Friday, 21 March 2014

PERANAN MUSEUM DIRGANTARA TERHADAP ILMU PENGETAHUAN




DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK III
NAMA : 1. ARIS SETIAWAN
2. HERI IRAWAN
3. MARISA KUMALA AF
4. RISKA SISTIA
5. SEPTI FIRLIAN
6. SISCA ANJALINA
7. VIVI NOVIANTI

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMA NEGERI 1 KOTAAGUNG TANGGAMUS
TAHUN 2012


PENGESAHAN
Karya tulis ini telah disahkan oleh Kepala Sekolah dan Pembimbing
Pada  :
1. Hari             : ………………………………………………
2. Tanggal       : ………………………………………………

     Pembimbing I                                                                        Pembimbing II
                                                                                                                               
SETIYANTONO,S.Pd.                                                        MARSINI,S.Pd.
NIP. 19661016 199103 1 007                                                          NIP. 19730111 200604 2 005
                        

Mengesahkan
Kepala SMA Negeri 1 Kotaagung

Drs. SUDARMAN
NIP. 19560101 198203 1 017


MOTTO
Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupan-Nya.                                                                        (QS AL-BAQARAH : 286)

“Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil, kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannyadengan baik”.                (Evelyn Underhill)

“Ilmu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau, sedangkan engkau menjaga harta. Ilmu mengukum dirimu sedangkan ngkau menghukum harta. Harta berkurang apabila dibelanjakan, sedangkan ilmu bertambah dengan diberikan”.
(Ali bin Abi Talib)


PERSEMBAHAN
Karya tulis ini penulis persembahkan kepada :
1. Ayahanda dan Ibunda yang telah mendoakan kami
2. Bapak dan Ibu pembimbing widyawisata maupun pembimbing karya tulis
3. Wali kelas yang telah memberikan motivasi
4. Teman-teman yang telah bekerjasama dalam menyelesaikan karya tulis ini


KATA PENGANTAR
       Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Peranan Museum Dirgantara terhadap Ilmu Pengetahuan”.
       Kami menyadari dalam penulisan karya tulis ini banyak mendapakan bantuan, bimbingan, dan petunjuk dari berbagai pihak
Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Bapak Drs.Sudarman selaku kepala SMA Negeri 1 Kotaagung
2.      Bapak Setiyantono,S.Pd. selaku pembimbing I yang telah membatu, membimbing serta memberikan pengarahan dalam pembuatan karya tulis ini
3.      Ibu Marsini,S.Pd. selaku pembimbing II yang telah membatu, membimbing serta memberikan pengarahan dalam pembuatan karya tulis ini
4.      Bapak Drs. Ahmad Rusli AS selaku guru mata peajaran Bahasa Indonesia yang telah memberikan materi Bahasa Indonesia serta pengarahan tentang pembuatan karya tulis ini
       Kami menyadari dalam pembuatan karya tulis ini masih banyak kekurangan. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan waktu, pengetahuan dan wawasan yang ada pada kami. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca yang nantinya dapat melengkapi isi karya tulis ini.
Atas kritik dan saran yang diberikan, penulis mengucapkan terima kasih.




                                                                        Kotaagung    November 2012
                                                                        Penulis

                                                                                   
                                                                                               
                                                                        Kelompok II                          


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL........................................................................................ i
HALAMAN PENGESAHAN......................................................................... ii
HALAMAN MOTTO...................................................................................... iii
HALAMAN PERSEMBAHAN...................................................................... iv
KATA PENGANTAR...................................................................................... v
DAFTAR ISI.................................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN................................................................................
A.    Latar Belakang Masalah.................................................................... 1
B.     Identifikasi Masalah.......................................................................... 1
C.     Batasan Masalah................................................................................ 1
D.    Rumusan Masalah............................................................................. 1
E.     Tujuan dan Manfaat Penelitian......................................................... 1
1.      Tujuan Penelitian......................................................................... 1
2.      Manfaat Penelitian...................................................................... 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA......................................................................
A.    Pengertian Peranan............................................................................ 2
B.     Pengertian Museum........................................................................... 3
C.     Fungsi Museum................................................................................. 3
D.    Pengertian Dirgantara........................................................................ 3
E.     Pengertian Terhadap.......................................................................... 3
F.      Pengertian ilmu.................................................................................. 4
G.    Pengertian Pengetahuan.................................................................... 4
BAB III METODE PENELITIAN...................................................................
A.    Pengertian Metode Penelitian......................................................... 5
B.     Metode Pengumpulan Data............................................................. 5
1.      Metode Kepustakaan................................................................ 5
2.      Metode Observasi..................................................................... 5
3.      Metode Dokumentasi................................................................ 5
BAB IV PEMBAHASAN................................................................................
A.    Sejarah Museum Dirgantara Mandala............................................. 6
B.     Perkembangan Museum Dirgantara Mandala................................. 7
C.     Koleksi-Koleksi Museum Dirgantara yang Berperan Dalam 
       Ilmu Pengetahuan......................................................................... 7
1.      Ruang Utama............................................................................ 8
2.      Ruang Kronologi I.................................................................... 9
3.      Ruang Kronologi II.................................................................. 10
4.      Ruang Alutsista........................................................................ 12
5.      Ruang Paskhasau...................................................................... 14
6.      Ruang Paskhasau...................................................................... 17
7.      Ruang Minat Dirgantara........................................................... 21
8.      Beberapa Koleksi Museum yang Dipajang di Luar
Gedung Museum...................................................................... 22
D.    Peranan Museum Dirgantara Mandala Terhadap
Ilmu Pengetahuan........................................................................... 23
E.     Fungsi Museum Dirgantara Mandala............................................. 23
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan..................................................................................... 24
B.     Saran............................................................................................... 25
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
       Bangsa Indonesia memiliki kekayaan alam,budaya, gedung dan benda-benda peninggalan bersejarah sangat berharga bagi sarana pendidikan sehingga sebagai warga negara harus mampu menjaga dan melestarikannya. Benda-benda peninggalan bersejarah di Indonesia disimpan dan dilestarikan di museum. Salah satu museum yang ada di Indonesia adalah Museum Dirgantara Mandala di Jogyakarta yang memiliki peran cukup besar dalam pendidikan.
       Jogyakarta merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang mempunyai kekayaan alam yang cukup melimpah , warisan budaya yaitu tempat bersejarah diantaranya candi Borobudur , candi parambanan, museum jogya kembali dan Museum Dirgantara Mandala. Museum Dirgantara terdapat banyak sekali peninggalan bersejarah yang sangat bermanfaat bagi dunia pedidikan. Oleh karena itu, penulis mengambil judul “ Peranan Museum Dirgantara Mandala Terhadap Ilmu Pengetahuan “.
       Museum Dirgantara didirikan pada tanggal 17 april 1978. Tujuan didirikan Museum Dirgantara Mandala adalah sebagai berikut :
1.    Semua kegiatan dan peristiwa bersejarah dalam pertumbuhan dan perkembangan TNI-AU serta pengorbanan para pendahulu, pejuang dan pahlawan udara membina dan merintis angkatan udara RI / TNI khususnya mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan negra dan bangsa indonesia perlu dilestarikan.
2.    Dalam rangka mewarisi nilai-nilai 1945 yakni, pengabdian dan pendokumentasian tersebut perlu direalisasikan dalam bentuk visualisasi bukti sejarah agar dapat diterima, dihayati dan diamalkan oleh generasi penerus.
Museum Dirgantara Mandala mempunyai beberapa koleksi yang digelar sesuai kronologi / urutan peristiwa sejarah TNI AU. Koleksi – koleksi tersebut ditempatkan yaitu; di ruang utama, ruang kronologi I, ruang kronologi II, ruang alutsista, ruang pakhasau, ruang diorama, ruang minat dirgantara, dan beberapa koleksi museum dipajang di luar gedung museum.
B. Identifikasi Masalah
            Berdasarkan latar belakang masalah di atas kelompok kami menarik identifikasi masalah sebagai berikut :
1. Peranan museum Dirgantara Mandala Terhadap Ilmu Pengetahuan
2. Perkembangan Museum Dirgantara Mandala di Jogyakarta
3. Manfaat dari Museum Dirgantara
4. koleksi yang ada di Museum Dirgantara
C. Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, kami membatasi permasalahan pada “Peranan Museum Dirgantara Terhadap Ilmu Pengetahuan “
D.Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah diatas, maka rumusan dalam karya tulis ini adalah Bagaimanakah peranan museum dirgantara terhadap ilmu pengetahuan?
E. Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan
       Dalam penulisan karya tulis ini, penulis mempunyai beberapa tujuan, antara lain :
a.    Untuk mengetahui apakah peranan dari Museum Dirgantara terhadap Ilmu
Pengetahuan
b. Mendapatkan Informasi Tentang Museum Dirgantara Mandala di Jogyakarta
c. Menambah Ilmu Pengetahuan dan Pengalaman sehingga berguna dimasa depan
2. Manfaat
       Manfaat yang diperoleh dari hasil penelusuran, dan observasi dari karya tulis ini adalah sebagai berikut :
a.    Mengetahui nilai-nilai pendidikan dan pengetahuan yang ada di Museum  Dirgantara Mandala Yogyakarta
b.    Menambah pengalaman dan mengetahui lokasi Museum Dirgantara Mandala di Jogyakarta
c. Sebagai salah satu sumber pembelajaran di sekolah
d. Menambah wawasan bagi penulis dan pembaca



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
       Tinjauan adalah melihat–lihat sekelilingnya. Tinjauan juga berarti hasil meninjau, pandangan dan pendapat sesudah melakukan penyelidikan, mempelajari dan sebagainya, juga perbuatan meninjau. (D. Pendidikan dan Kebudayaan 1990 : 951).
       Dari pengertian diatas maka tinjauan adalah hasil dari meninjau, pandangan dan pendapat sesudah menyelidiki, mempelajari dan sebagainya. Tinjauan dalam penelitian ini adalah Peranan Museum Dirgantara Terhadap Ilmu Pengetahuaan yang dilakukan dengan meninjau, mempelajari buku-buku yang berhubungan dengan Museum Dirgantara.
A. Pengertian Peranan
       Menurut Soerjono Soekanto menyatakan peranan merupakan aspek dinamis dari kedudukan apabila seseorang melakukan hak-hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka ia menjalankan suatu peranan. (Seorjono Soekanto, 1990 : 288).
Menurut Soerjono Soekanto suatu peranan mencangkup paling sedikit tiga hal yaitu ;
1.      Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat.
2.      Peranan adalah suatu konsep perihal apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai organisasi.
3.      Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku Individu.
(Soerjono Soekanto, 1990 : 289)
       Dalam kamus besar Bahasa Indonesia Peranan adalah seperangkat tingkat yang diharapkan, dimiliki oleh seseorang yang mempunyai kedudukan tinggi di masyarakat. (D. Pendidikan dan Kebudayaan, 1990 : 455).
       Dari pendapat diatas, maka peranan adalah keikutsertaan seseorang secara aktif dalam suatu kegiatan, peristiwa dan organisasi, dialah yang menentukan berhasil atau tidak suatu kegiatan, peristiwa dan organisasi tersebut.
B. Pengertian Museum
       Museum adalah sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan perkembangannya, terbuka untuk umum, memperoleh, merawat, menghubungkan dan memamerkan artefak-artefak perihal jati diri manusia dan lingkungannya untuk tujuan studi, pendidikan dan rekreasi. (Intenasional Council of Museum (ICOM),2008).
       Museum adalah suatu institusi yang terbuka untuk umum dan pengelolaannya demi kepentingan umum untuk tujuan konservasi, pemeliharaan, pendidikan, pengelompokkan, serta memamerkan objek yang mempunyai nilai pendidikan dan budaya. (Collier’s Enclopedia, 1963 : 716).
       Dari pendapat diatas, maka museum adalah sebuah lembaga terbuka untuk umum, tidak mencari keuntungan, pengelolaannya demi keuntungan umum untuk tujuan konservasi, serta memamerkan objek yang mempunyai pendidikan dan budaya.
C. Fungsi Museum
       Museum mempunyai beberapa fungsi diantaranya sebagai berikut ;
1.      Museum adalah suatu tempat menyimpan benda-benda yang bernilai sejarah agar tidak hilang dan rusak sehingga dapat dinikmati berbagai generasi, itu diharapkan mereka dapat mengetahui sejarah dan dapat menghargai hasil yang telah dicapai generasi terdahulu sehingga mereka dapat mengambil hikmah dan sejarah itu sendiri.
2.      Museum berfungsi menyimpan benda-benda yang bernilai sejarah yang patut mendapat perhatian umum. Selain itu museum merupakan sarana yang efektif untuk mewariskan nilai-nilai luhur perjuangan.
D. Pengertian Dirgantara
       Dirgantara adalah ruang yang ada disekeliling dan melingkupi bumi terdiri atas ruang udara dan antariksa. (D.Pendidikan dan Kebudayaan 2002 : 268).
       Jadi, Dirgantara adalah sebuah ruangan yang didalamnya berisi sesuatu yang melingkupi udara dan antariksa.
E.Pengertian Terhadap
Terhadap adalah kata depan untuk menandai arah; kepada; lawan atau tindakan. (D.Pendidikan dan Kebudayaan 2002 : 380).
Jadi, Terhadap adalah sebuah kata yang digunakan untuk menyatakan hubungan antara kalimat yang satu dengan yang lain.
F. Pengertian Ilmu
       Ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu (Admojo, 1998).
       Ilmu adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif dengan berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala kealaman, kemasyarakatan, atau individu untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan ataupun melakukan penerapan. (The Liang Gie, 1991).
       Dari pendapat diatas, Ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu yang disusun secara sistematis mengenai gejala-gejala kealaman, kemasyarakatan, atau individu untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan ataupun melakukan penerapan.
G. Pengertian Pengetahuan
       Pengetahuan adalah reaksi dari manusia atas rangsangannya oleh alam sekitar melalui persentuhan melalui objek dengan indera dan pengetahuan merupakan hasil yang terjadi setelah orang melakukan penginderaan sebuah objek tertentu. ( Pudjawidjana, 1983).
       Pengetahuan adalah sebagai ingatan atas bahan-bahan yang telah dipelajari dan mungkin ini menyangkut tentang mengikat kembali sekumpulan bahan yang luas dari hal-hal yang terperinci oleh teori, tetapi apa yang diberikan menggunakan ingatan akan keterangan yang sesuai. (Ngatimin, 1990).
       Pengetahuan  adalah merupakan hasil dari tahu dan ini setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, Sebagaian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. (Notoatmodjo, 2007).
       Dari pendapat diatas, Pengetahuan adalah sebagai ingatan atas bahan-bahan yang telah dipelajari dan ini di dapat dari penginderaan terhadap obyek tertentu yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba.

BAB III
METODELOGI PENELITIAN
A. Pengertian Metodelogi Penelitian
       Untuk memecahkan suatu masalah diperlukan berbagai cara atau metode, suatu metode dipilih dengan mempertimbangkan kesesuaiannya dengan mempertimbangkan objek studi. Metode merupakan factor yang penting dalam menentukan keberhasilan suatu penelitian.
       Menurut Husin Sayuti dalam buku pengantar Metodelogi Riset, sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja, yaitu cara kerja untuk memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. (Husin Sayuti, 1989 : 32).
       Menurut Winarno Surachmad Metodelogi adalah cara utama yang digunakan untuk mencapai tujuan, misalnya untuk menguji hipotesis dengan menggunakan tekhnik atau alat tertentu. (Winarno Surachmad, 1982 : 121).
       Berdasarkan pendapat diatas, maka Metodelogi Penelitian adalah cara kerja yang digunakan oleh seseorang dalam melakukan penelitian untuk mencapai tujuan yang diharapkan berdasarkan kebenaran ilmiah.
B. Metode Pengumpulan Data
       Untuk memperoleh data yang relevan dengan penelitian yang bersifat kualitatif, maka penulis menggunakan tekhnik pengumpulan data melalui ;
1.      Metode Kepustakaan
       Menurut Koentjaraningrat bahwa tekhnik kepustakaan merupakan cara pengumpulan data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam material yang terdapat diruang perpustakaan, misalnya Koran majalah, naskah, catatan-catatan, kisah sejarah dokumen dan sebagainya yang relevan dengan penelitian. (Koentjaraningrat, 1983 : 81).
2.      Metode Observasi
       Menurut Sutrisno Hadi yang dimaksud dengan metode observasi Adalah suatu alat pengumpulan data dalam penelitian ilmiah yang biasanya diartikan sebagai pengamatan dengan sistematis mengenai fenomena-fenomena yang diselidiki. (Sutrisno Hadi, 1980 : 62).
3.      Metode Dokumentasi
       Metode dokumentasi adalah suatu tekhnik mencari data-data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat-surat, majalah, notulen, lengger, agenda dan sebagainya. (Suharsimi Arikunto, 1989 :188).

BAB IV
PEMBAHASAN
A. Sejarah Museum Dirgantara
        Museum Dirgantara didirikan pada tanggal 17 april 1978.Yang menjadi latar belakang didirikannya Museum AURI, yaitu:
1.    Semua kegiatan dan peristiwa bersejarah dalam pertumbuhan dan perkembangan TNI AU serta semua pengorbanan para pejuang dan pahlawan udara dalam membina dan merintis AURI, serta mempertahankan dan menegakan kemerdekaan NKRI perlu dilestarikan.
2.    Dalam rangka pewarisan nilai-nilai 45 yakni bahwa pengabdian dan pendokumentasian tersebut perlu untuk direalisasikan dalam bentuk visualisasi bukti sejarah agar dapat diketahui, diterima, dihayati dan diamalkan oleh generasi muda.
       Hasyrat untuk mengabadikan dan mendokumentasikan kegiatan-kegiatan maupun peristiwa-peristiwa bersejarah di lingkungan AURI itulah yang menjadi dasar didirikannya Museum AURI, yang kemudian dituangkan dalam Keputusan Menteri/Panglima AU No. 491 tanggal 6 Agustus 1960 tentang Dokumentasi Sejarah dan Museum AURI. Meskipun demikian realisasinya tidak secepat yang diharapkan. Museum AURI baru bisa diwujudkan tanggal 21 April 1967. Semula masih bersifat embrio, dan organisasinya masih dibawah pembinaan Asisten Direktorat Humas AURI. Kegiatan Museum pun masih terbatas, karena kurangnya tenaga profesional maupun biaya. Namun sejak dikeluarkannya Instruksi Menteri/Panglima AURI No. 2 tahun 1967 Tentang Peningkatan Peningkatan Bidang Sejarah dan Museum AURI, maka mulailah ada titik terang.
       Berkat perhatian dari pimpinan AURIV (Pangkowilu) maka pada tanggal4 April 1969 diresmikanlah Museum Pusat TNI AU Roesmin Nuryadin di Jakarta. Sementara itu, di Lembaga Pendidikan AKABRI Bagian Udara Yogyakarta sudah memiliki Museum pendidikan / karbol, sehingga mulailah adanya pemikiran yang mengarah pada pengembangan danupaya mengintegrasikan kedua Museum tersebut. Disamping itu timbul pemikiran untuk menentukan lokasi Museum, bilamana keduanya berhasil disatukan, yang kemudian mengarah ke Yogyakarta.
       Adapun dasar pertimbangannya, adalah sebagai berikut:
1.    Pada peristiwa 1945 – 1949 Yogyakarta memegangg peranan penting sebagai tempat lahir dan pusat perjuangan TNI AU.
2.    Yogyakarta adalah tempat penggodokan Taruna-taruna AU calon Perwira TNI AU.
3.    Semangat minat dirgantara, nilai-nilai 45 dan tradisi juang TNI AU mengacu pada semangat Maguwo.
       Atas dasar pertimbangan tersebut, maka KASAU mengeluarkan Surat Keputusan No. Kep/II’IV/1978 tanggal 17 April 1978 menetapkan bahwa Museum Pusat AURI yang semula berkedudukan di Jakarta, dipindahkan ke Yogyakarta, diintegrasikan dengan Museum Pendidikan menjadi Museum Pusat TNI AU dengan memanfaatkan gedung Link Trainer di kawasan Ksatrian AKABRI bagian utara. Operasi Boyong pemindahan benda-benda koleksi Museum AURI di Jakarta ke Yogyakarta telah dimulai sejak November 1977. Langkah penyempurnaan pemindahan lebih lanjut berdasarkan Keputusan KASAU No. Skep./04/IV/1978 tanggal 17 April 1978 dilengkapi dengan pemberian nama Museum tersebut dengan nama “Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala”. Pembukaan dan peresmian Museum ini bersamaan pula dengan peresmian Museum Sekbang Pertama 1945 yang berlokasi di dekat Base Ops Lanud Adi Sutjipto, yang dilakukan oleh KASAU Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi, bertepatan dengan peringatan Hari Bakti TNI AU 19 Juli 1978.
B. Perkembangan Museum Dirgantara Mandala
       Dengan pertimbangan bahwa koleksi Museum Dirgantara Mandala terus berkembang dan bertambah, terutama berupa pesawat terbang, sehingga gedung Museum di Ksatrian AKABRI bagian udara tidak dapat menampung, serta lokasinya sukar di jangkau pengunjung, maka pimpinan TNI AU memutuskan untuk memindahkannya lagi. Pada tanggal 17 Desember 1982, KASAU Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi menandatangani prasasti sebagai tanda dimulainya pembangunan atau rehab bangunan tersebut. Hal itu juga diperkuat dengan Surat Perintah KASAU No. Sprin/05/IV/1984 tanggal 11 April 1984 tentang Rehabilitasi Gedung tersebut untuk mempersiapkan sebagai gedung permanen Museum. Selanjutnya tanggal 29 Juli 1984 KASAU Sukardi meresmikan penggunaan gedung tersebut sebagai Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, yang hingga saat ini dari 4.200 m2 bangunan induk yang ada, telah digunakan seluas 3.600 m2 untuk pameran dan 600 m2 lainya untuk gudang dan mushola.
C. Koleksi-Koleksi Museum Dirgantara yang Berperan Dalam Ilmu Pengetahuan
       Koleksi-koleksi di Museum Dirgantara Mandala digelar sesuai kronologi / urutan peristiwa sejarah TNI AU. Mengingat bahwa tidak semua koleksi yang mendukung bukti sejarah di pamerkan pada ruang kronologi, maka koleksi tersebut dikelompokan pada satu ruangan yakni koleksi pesawat. Sedangkan peristiwa yang memiliki bukti berupa gambar dan divisualisasikan dalam bentuk diorama yang bersifat imajiner.

1. Ruang Utama:
a.  Patung Empat Pahlawan Nasional Perintis TNI AU:
b. Beberapa Foto Mantan Pimpinan TNI Angkatan Udara:
c. Lambang-lambang
2. Ruang Kronologi I
a. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
b.  Tentara Keamanan Rakyat – Jawatan Penerbangan
c. Pembentukan TNI AU
d. Serangan Udara Pertama Terhadap Kota Kedudukan Belanda di Semarang,
    Salatiga dan Ambarawa
e. Pengabdian Para Pahlawan TNI AU
f. Semangat Tekad Bangsa Indonesia Untuk Mewujudkan Pesawat Terbang
   Sendiri
g. Replika Pesawat WEL RI-X
h.  Operasi Penumpasan PKI Muso/Madiun
i. Operasi Lintas Udara
j. Kepahlawanan Dalam Mempertahankan PU Maguwo
k. Pasukan Garuda Mulya
l. Stasiun PHB AURI PC-2 di Playen Gunungkidul
m. Indonesia Airways
n. Perintis Perindustrian Pesawat Terbang di Indonesia
o. Perintis Jawatan Kesehatan TNI AU

3. Ruang Kronologi II
a.Pendidikan Kadet-kadet AURI di Dalam dan di Luar Negeri
b. Pembentukan Skadron TNI AU Tahun 1950
c. Operasi Penumpasan Pemberontakan DI/TII
d. Operasi Penumpasan PRRI di Sumatera
e. Operasi Penumpasan Permesta di Sulawesi dan Bagian Timur Lainnya di
Indonesia
f. Tri Komando Rakyat (Trikora)
g. Dwi Komado Rakyat (Dwikora)
h. Operasi Non Militer TNI AU
i. Operasi Penumpasan Sisa-sisa Pemberontakan G-30 S/PKI

4. Ruang Alutsista
a.    Mitsubishi A6E5 Zero sen
b.    P-51 Mustang
c.    Glider Kampret
d.   L-4J Piper Cub
e.    BT-13 Valiant
f.     Replika Pesawat Terbang RI-X
g.    AT-16 Harvad
h.    TS-8 Bies
i.      B-25 Mitchell
j.      C-47 Dakota
k.    Hiller 360 Utility Helikopter
l.      Hovercraft XHV-02
m.  B-26 Invander
n.    DH-115 Vampire
o.    UH-34 Sikorsky
p.    Radar Darat Nysa
q.    Stearman
r.     Uti Mig-15
s.     Mig-17
t.     Mig-19
u.    Mig-21
v.    MI-04
w.  Peluru Kendali KS
x.    L-24 Dolphine
y.    F-28 Avon Sabre
z.    Peluru Kendali SA-75
aa.     T-33A – 10T Bird
bb.    LA-11 Lavocshikin
cc.     Pesawat Gelatik
dd.   LT-200
ee.     Auster Mark II
ff.      C-140 Jet Star Pancasila
gg.    Caisson
hh.    Nakajima Ki 43 II Hayabusha (OSHAR)
ii.        Guntai
jj.        Replika Dakota VT-CLA

5. Ruang Paskhasau
a.    Sisa-sisa Operasi Trikora
b.    Uniform Pesukan TNI AU
c.    Meriam PSU (cannon)
d.   Peluncur Roket
e.    Triple Gun
f.     Sisa Perlengkapan Pasukan Gerakan Tjepat (PGT) yang gugur ketika
Operasi Trikora
g.    Wolky Tolky
h.    Kontindo Garuda di Vietnam

6. Ruang Diorama
a.    Serangan Udara Pertama dan Penembakan VT-CLA
b.    Peristiwa 19 Desember 1948
c.    Sekolah Penerbangan AURI Angkatan I 15 November 1945, 21 Juli 1947
d.   Sekolah Penerbangan AURI Angakatan III di Amerika Serikat 1950-1952
e.    Operasi Jaya Wijaya dalam Rangka Trikora 19 Desember 1961
f.     Ruang Diorama Palapa
g.    Sekolah Penerbangan AURI Angkatan II India Oktober 1947-November 1950

7. Ruang Minat Dirgantara
a. Bedge Komando Wilayah dan Fungsional TNI AU
b. Perkembangan Skadron Udara TNI Angkatan Udara.
c. Starlite-PK-SLX
8. Beberapa Koleksi Museum yang Dipajang di Luar Gedung Museum
a.    PBY-5A (CATALINA)
b.    TUPOLEV TU-16 B/KS
c.    UF 1 ALBATROS IR-0117

D. Peranan Museum Dirgantara Mandala Terhadap Ilmu
     Pengetahuan
       Museum Dirgantara banyak sekali mempunyai peranan, diantaranya yaitu peranan terhadap ilmu pengetahuan. Peranan terhadap ilmu pengetahuan itu antara lain;
1.   Memberikan nilai-nilai pendidikan dan pengetahuan yang ada di Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta
2.    Menambah pengalaman dan mengetahui lokasi Museum Dirgantara Mandala di Jogyakarta
3.    Memberikan pengetahuan tentang sejarah yang telah dicapai generasi terdahulu dan dapat mengambil hikmah sejarah itu sendiri.
4.    Menambah pengetahuan terhadap kita bahwa pada masa saat itu bangsa Indonesia memiliki banyak sekali pesawat-pesawat yang canggih
5.    Membangkitkan rasa Nasionalisme
6.    Menambah wawasan
E. Fungsi Museum Dirgantara Mandala
       Museum Dirgantara memiliki banyak sekali fungsi diantaranya yaitu;
1.    Sebagai tempat menyimpan benda-benda yang bernilai sejarah khususnya dibidang ruang udara dan antariksa agar tidak hilang dan rusak sehingga dapat dinikmati berbagai generasi.
2.    Merupakan sarana yang efektif untuk mewariskan nilai-nilai luhur perjuangan.
3.    Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala secara visual menggambarkan perjuangan Bangsa Indonesia, khususnya TNI AU dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan NKRI.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.     KESIMPULAN
       Dari uraian pembahasan karya tulis ini, penulis mengambil kesimpulan yaitu:
1. Museum Dirgantara berperan dalam    Menambah pengalaman, mengetahui lokasi, serta Memberikan nilai-nilai pendidikan dan pengetahuan
3.    Museum Dirgantara berperan dalam Memberikan pengetahuan tentang sejarah yang telah dicapai generasi terdahulu dan dapat mengambil hikmah sejarah itu sendiri.
4.    Menambah pengetahuan terhadap kita bahwa pada masa saat itu bangsa Indonesia memiliki banyak sekali pesawat-pesawat yang canggih
5.    Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala secara visual menggambarkan perjuangan Bangsa Indonesia, khususnya TNI AU dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan NKRI.
B.       SARAN
1.    Dengan mengenal benda-benda bersejarah, tanamkanlah dalam diri kita jiwa dan semangat kepahlawanan,
2.    Lestarikan dan peliharalah peninggalan-peninggalan sejarah agar tidak sampai hilang dan rusak,
3.     Binalah persatan dan kesatuan bangsa agar peristiwa masa lalu tidak kembali,
4.     Teruskanlah perjuangan para pahlawan dengan membangun Bangsa Indonesia lebih maju.
       Demikian saran-saran yang dapat penulis kemukakan, semoga bermanfaat untuk kita semua. Amin.


DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 1988. Prosedur Penelitian suatu pendekatan praktis. Jakarta: Bina Aksara.
D.Pendidikan dan Kebudayaan. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
D.Pendidikan dan Kebudayaan. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Hadi, Sutrisno. 1974. Metodelogi Research. Yogyakarta: Fakultas Fsikologi UGM.
Koentjaningrat. 1983. Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia.
Sayuti, Husin. 1989. Pengantar Metodelogi Riset. Jakarta: Fajar Agung.
Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Surachmad, Winarno. 1982. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metodelogi dan Teknik. Bandung: Tarsito.
______. 2010. Panduan Museum TNI AU Dirgantara Mandala. Yogyakarta: Museum Dirgantara.

2 comments:

  1. makasih kak atas infonya berguna banget buat praktek tugas akhir tahun kelas 9

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa sama2,, alhmdlillah deqh klo brmanfaat... :)

      Delete